Kadang kita sudah masuk kelas dengan persiapan yang matang.
Modul sudah dibuat.
Tujuan pembelajaran sudah disusun.
LKPD sudah dicetak.
Kelompok sudah dibagi.
Bahkan model pembelajaran yang
digunakan sudah kita pikirkan baik-baik.
Dalam pikiran kita, pembelajaran
akan berjalan aktif dan menyenangkan.
Tapi kenyataannya?
Begitu masuk kelas, kondisi bisa
berubah.
Ada murid yang masih mengobrol.
Ada yang tidak mau bekerja dalam
kelompok.
Ada yang hanya diam.
Ada yang sibuk sendiri.
Ada yang bertanya, “Bu/Pak, ini
mengerjakan apa?” padahal instruksi sudah dijelaskan.
Kita mencoba melanjutkan kegiatan.
Ternyata kelas semakin ramai.
Kita mencoba memberikan pertanyaan
pemantik.
Hanya beberapa murid yang
merespons.
Kita mencoba diskusi kelompok.
Sebagian kelompok bekerja,
sebagian lainnya justru bercanda.
Di titik tertentu, guru mulai
berpikir,
"Kenapa model yang sudah saya
siapkan dengan baik tidak berjalan seperti yang saya harapkan?"
Di sinilah guru sering merasa
gagal.
Padahal, belum tentu.
Bisa jadi bukan model
pembelajarannya yang salah. Kelasnya memang sedang membutuhkan pendekatan yang
berbeda.
Karena murid datang ke kelas bukan
hanya membawa buku dan alat tulis.
Mereka membawa suasana hati,
pengalaman, karakter, tingkat pemahaman, masalah, dan kebutuhan yang
berbeda-beda.
Maka ketika suatu model
pembelajaran tidak mempan, guru tidak harus memaksakannya sampai akhir hanya
karena sudah tertulis di modul.
Guru boleh berhenti sejenak.
Menata kelas.
Mengubah instruksi.
Menyederhanakan kegiatan.
Memberikan contoh.
Bahkan, jika diperlukan, menjadi
lebih tegas.
Bukan untuk menakut-nakuti murid,
tetapi untuk mengembalikan batas dan fokus belajar.
Karena pembelajaran yang baik
bukan tentang seberapa sempurna guru mengikuti langkah-langkah model
pembelajaran.
Pembelajaran yang baik adalah
ketika guru mampu membaca keadaan dan mengambil keputusan yang tepat untuk
membantu murid kembali belajar.
Kadang rencana pembelajaran harus
berubah di tengah jalan.
Dan itu bukan kegagalan.
Itulah kenyataan mengajar.
Guru bukan hanya menjalankan model
pembelajaran.
Guru juga belajar membaca manusia
di dalam kelas.
Komentar
Posting Komentar